Serunya Packing (Mainan juga) Pindahan Rumah

Packing merupakan hal utama ketika kita mau pindahan rumah. Jika packing tidak dilakukan dengan cermat, bukan tidak mungkin akan ada barang yang rusak selama perjalanan. Sungguh amat disayangkan bukan?

Di masa sekarang sudah banyak sekali jasa pindahan sekaligus packing. Dengan jaminan asuransi, barang yang dibawa diyakini selamat sampai ditujuan, namun biaya yang dikeluarkan untuk jasa tersebut terbilang tidak sedikit. Wajar saja karena pihak jasa menjamin keamanan dan keselamatan barang yang dibawa. Jasa pindahan seperti ini sangat bermanfaat untuk jarak jauh, kita tidak akan banyak berpikir bagaimana prosesnya, barang sudah sampai tujuan, semua sudah jadi satu paket dari pengepakan, proses angkut hingga tiba ditempat.

Namun jika jarak kepindahan dekat atau dana kita terbatas, rasanya pengepakan dapat dilakukan sendiri secara mandiri. Kita dapat melibatkan semua anggota keluarga. Meskipun sedikit capek dan repot, bukan tidak mungkin kita mengajarkan bentuk tanggungjawab kepada anak-anak minimal menjaga dan mengatur barangnya sendiri.

baca juga : Bagaimana menyiapkan anak-anak untuk Pindah ke Rumah Baru

Untuk anak yang lebih besar, kita dapat meminta tolong menuliskan dan menempelkan label pada setiap kotak. Atau memberikan mereka kesempatan menyusun buku-bukunya kedalam kotak secara rapi sekaligus memisahkan mainannya di kotak yang terpisah. Untuk anak yang lebih kecil, mungkin sedikit repot, tapi tidak ada salahnya memberikan kotak khusus untuk menyusun sendiri mainannya. Untuk hal ini jangan berharap banyak ya😉. Tidak masalah memberi kotak yang lebih besar, karena mereka belum begitu paham menyusun dengan rapi. Bahkan sambil menyusun, biasanya mereka akan sambil memainkan mainannya. Biarkan saja! Kitapun memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyusun barang lainnya.


Akemi ikut menyusun mainan sekaligus memainkannya😊 (foto: dokumentasi pribadi)

Lalu darimana kita memulai packing/pengepakan? Berikut tips packing barang yang ingin saya bagi, namun bukan suatu keharusan karena pilihan bisa berbeda, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

1.  Pisahkan barang berharga dalam satu tas dan barang-barang yang akan dipergunakan pertama kali di tempat baru tanpa perlu membongkar semua kotak barang.
Barang-barang berharga seperti perhiasan, uang, charger, kartu penting, dompet dan surat-surat berharga dibuat terpisah agar selalu bersama anda agar terhindar dari kemungkinan pencurian disaat riewehnya angkut-angkut barang, dan beberapa peralatan mandi

2.  Dahulukan masukkan barang-barang yang tidak urgen dipakai (jarang dipakai) kedalam kotak.
Misalnya buku, peralatan masak yang jarang dipakai atau tidak digunakan dalam beberapa hari sebelum pindahan, dapat didahulukan di simpan dalam kotak dan tidak perlu langsung dibongkar saat tiba di tempat baru

3.  Mengelompokkan kotak sesuai dengan jenis barang
Tidak mencampur peralatan masak dengan buku, atau dengan mainan dan sebagainya.  Pengelompokkan sesuai dengan jenis barang akan memudahkan penyusunan ketika barang dibongkar.  Atau beberapa penyusunan barang digabung bisa juga dilakukan jika barang-barang tersebut diletakkan dalam rak/ ruang yang sama.  Misalnya di meja komputer saya biasa saya letakkan kalender, jam meja, alat tulis dengan tempatnya, kotak CD dan beberapa hiasan meja selain  tentu saja monitor, cpu dan teman-temannya.

4.  Menutup kotak dengan rapat menggunakan lakban, dibagian atas dan bawah dengan sebelumnya di ditutupi beberapa lembar koran jika tidak masalah dengan kelembaban atau plastik jika dirasa rawan dengan basahan/air.

5.  Memberi label pada setiap kotak agar tidak perlu membongkar dulu untuk melihat isinya.  Jenis tulisan/label yang diberikan sesuai dengan jenis barang dan tanda yang mengingatkan jika peletakan barang yang berjenis sama tidak tergabung dalam satu kotak
Jangan lupa tambahkan tulisan "barang pecah belah' untuk barang-barang yang harus di angkut dengan lebih hati-hati

6.  Bungkus peralatan elektronik yang tidak memiliki kardus lagi dengan menggunakan bantal dan selimut tebal untuk mengurangi benturan, seperti televisi dan kulkas

7.  Jadikan satu kotak di pagi hari sebelum berangkat barang-barang yang berada di kulkas, dan sebisa mungkin tidak ada bunga es (jika kulkas 1 pintu) sebelum membawa kulkas agar tidak membasahi barang yang lain akibat es yang mencair.  Atau segera kosongkan isi kulkas jika jarak kepindahan cukup jauh untuk menghindari terbuangnya jenis makanan segar.

8.  Menyatukan makanan kemasan dari lemari dan bumbu-bumbu dalam kotak yang sama

9.   Jika ada barang pajangan pecah belah, dapat digabungkan dengan pakaian, dengan cara membungkus satu persatu dengan kertas koran kemudian diletakkan dibagian tengah diantara pakaian.

10.  Pisahkan beberapa mainan yang masih dapat dimainkan anak-anak (minta anak-anak memilih hanya beberapa saja) agar tidak membongkar keseluruhan mainan yang sudah mereka (anak-anak) masukkan ke dalam kotak, karena mainan yang terpisah ini adalah senjata ampuh ketika anak-anak merasa bosan, dan mereka belum bisa langsung menyusun mainan ditempatnya.

11.  Karena kebetulan saya sudah pernah pindah sebelumnya dari luar kota, saya masih menyimpan beberapa kontainer besar yang dapat dipergunakan lagi pada kepindahan saat ini.  Namun jika tidak ada, maka pilihlah kotak yang berbahan kuat dan tebal untuk menghindari jebol ketika membawa barang yang agak berat.

12.  Setelah lemari kosong, dapat di bersihkan terlebih dahulu, sehingga di rumah yang selanjutnya tidak perlu repot membersihkan ulang

Oia untuk tambahan sebelum pindahan, ada baiknya memastikan rumah baru yang akan ditinggali sudah dalam keadaan bersih (termasuk kamar mandi), juga sudah memperkirakan (lebih baik lagi) memastikan barang dari rumah yang sebelumnya akan diletakkan dibagian mana, terutama untuk barang-barang yang berukuran besar sehingga lebih menyingkat waktu menyusun barang dan pembersihanpun tidak memakan waktu lama.

Packing siap, mobil pick up sudah dipesan, saatnya tinggal angkut ^^

Semoga bermanfaat

#ODOP
#bloggermuslimahindonesia

Komentar

  1. Wah, bagus mbak tips packingnya..Bermanfaat nih..!
    Saya sudah 3 kali pindahan..dan memang repotnya..Apalagi waktu itu anak masih kecil-kecil. Jadi hampir semua dikerjakan sendiri, karena suami yang mutasi sudah duluan jalan..
    Btw, TFS:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! packing sendirian emang berasa wuaahh.., hebat tapi sejauh ini mbak berhasil kan ;) bisa jadi cerita kenangan ya mbak, sesulit apapun bisa terselesaikan ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Umi, Banyak Tips dan Trik Menudahkan Hidupmu!

DIY: Kaleng/Ember Cat Bekas Menjadi Kursi

Aku Kesepiankah?