Aku Kesepiankah?

Hampir setiap malam, ketika anak-anak sudah mulai lelap,  aku melakukan kebiasaan memandang halaman facebook yang selalu berganti dalam hitungan menit.  Cukup mencolek perasaan.  padahal foto-foto itu adalah foto yang seharusnya foto biasa.  Yaah...,  foto ibu-ibu yang sedang melakukan perjalanan bisnis, liburan, nongrong di rumah makan, berkumpul bersama rekan-rekan, teman sejawat, sementara dikolom komentar selalu ada ocehan lucu-lucuan, seru dan menyenangkan.  Tapi terkadang melintas perasaan cemburu, ingin, dan marah (*Upss).  Membaca artikel lain, Mata mulai mengantuk, dan perasaan itu berlalu, yang terbayang adalah, apakah aku kesepian?

Aku kesepiankah?

sumber gambar : google

Kupandang kembali profilku yang memuat ribuan pertemanan.  Kulihat kembali grup WA yang aku ikuti cukup banyak.  Kuingat kembali tetangga di sekitar rumahku, ternyata aku tidak sendirian.  Hanya saja apakah mereka benar-benar teman sejatiku? Seberapa sering aku bisa menghabiskan waktu bersama mereka? Rutinitas setiap hari membuatku menjadi sibuk, mengantar anak-anak berkegiatan, menjemputnya kembali, memberekan rumah, memasak makanan dan cemilan, menggendong dan menidurkan mereka, mereka perlu istirahat, merapikan kembali, anak-anak sakit, menanti suami pulang bekerja, dan teryata suami pulang terlambat, keadaan berubah, mulai menata ulang jadwal, pertemuan terlewatkan, ternyata waktu terus berlalu, dan akhirnya benar-benar terlupakan.  Jadi siapa yang harus mengerti? Aahhh...ternyata tidak semudah itu memiliki teman yang benar-benar nyata teman saat ini.

Sesekali aku keluar jalan-jalan diluar rutinitas bersama anak-anak hanya untuk berinteraksi dengan orang-orang di luar rumah.  Ternyata di luar sana, aku melihat beberapa hal serupa yang aku alami.  Keluar bersama anak-anak, menggendong anak yang kecil, kerepotan membawa tas yang dijinjing, dipanggul, belum lagi berbagi tubuh dengan anak yang lebih dari satu, berkejar-kejaran dan menahan mereka mengambil atau menyentuh beberapa barang yang bukan milik sendiri.  Aku mulai berpikir kembali, "Apakah kamu seperti aku? Apakah kamu menginginkan hal yang sama dengan aku? Apakah aku gagal? Takut? Ingin melarikan diri dari anak-anak?Karena bingung ingin menyajikan masakan apa yang mereka inginkan? Mulai letih ketika mengajarkan latihan ke kamar mandi, membersihkan, membersihkan dan entah dalam sehari membersihkan ulang? Panik? Dapatkah kita berteman? Entahlah apakah itu menyelesaikan masalah?"

Terkadang aku ingin mgobrol lama dengan seseorang selain suami sendiri.  Seseorang dengan bentuk tubuh yang sama seperti aku.  Wanita yang merasakan hal yang sama seperti aku.  Seseorang yang merawat, mengurus banyak hal di rumah sendirian, tanpa orangtua, tanpa assisten, pernah bekerja dan melakukan beberapa perjalanan seru sebelumnya.  Kesepian sering melahirkan kecemburuan, ketidak syukuran, kemarahan,  kemudian penyesalan.  Rasa bersalah, ketidaksabaran, mengomel, depresi, dendam, menyalahkan orang lain, dan banyak hal yang itu... lalu itu...kemudian itu, dan entah apa itu...

Umi, Mama, Bunda, Ibu, apapun itu sebutanmu.  Aku rasa kau juga bisa mengalami kesepian.  Tidak masalah, tidak apa-apa.  Tapi selalu ingat, karena saat ini adalah saat yang istimewa.  Saat yang tidak pernah kau jumpai spanjang waktumu.  Hormati, Syukuri masa ini.  Inilah saat ketika anak bayimu membutuhkan kamu.  Menggenggam tanganmu menemaninya di tempat baru, mengoceh apapun untuk didengarkan.  Inilah saat mereka menangis ingin membuntutimu di saat kau hanya meninggalkan mereka bahkan untuk sesaat ke kamar kecil.  Memeluk dan mengusap punggungnya di saat mereka terbangun.  Memelukmu di saat kondisi tubuhmu, bahkan dalam keadaan bau sekalipun.  Aku, Kamu, Kita tidak akan pernah dicintai, dibutuhkan, dan selalu diinginkan seperti saat ini...sekarang...

Inilah saatnya membersihkan muntah, kotoran, yang bisa saja tercecer dimana-mana.  Saatnya mandi kurang dari 5 menit, rambut tidak jadi di cuci, buang air kecil bahkan besar yang tertahan, jadwal makan dengan waktu serampangan dan bahkan habis tanpa perlu mengunyah secara sehat.  Kamu bisa saja cemburu dan berharap memiliki waktu seperti orang lain.  Bisa saja depresi, marah dan ingin lari meninggalkan semuanya.  Kamu merasa diabaikan, tidak diperhatikan, menyebalkan dan tentu saja menjadi tidak menyenangkan.  It's okaayy.  Tapi percayalah ketika kamu sudah melewatinya, kamu akan merasakan kerinduan di saat yang sama.  Bahkan kamu tidak sungkan melepaskan semua temanmu untuk kembali mengasuh bayi kecil, menggendongnya dengan beberapa perlengkapan yang dipanggul, membacanya cerita, menatap bening mata cintanya, dan berbagi potongan cemilan bersamanya.

Saat kesepian mulai menghinggap, bahkan kamu mulai mengasihani diri sendiri dan berharap sesuatu yang lebih dari yang kamu miliki saat ini, isi kosongnya kehidupan sosialmu yang dulu dengan tawa, teriakan, nyanyian dan goyangan bersama bayimu.  Mendegarkan lagu, menyusun kemudian menghacurkan balok mainan, mengulang istilah yang menurutnya lucu, dan dengarkan tawa renyahnya.  Jangan merasa kesepian, sementara waktu terus berganti.

Aku tidak ingin bilang bahwa persahabatan dilarang.  Wanita terutama membutuhkan pertemanan, namun terkadang persahabatan yang tidak mendukung dapat mempengaruhi sifat keibuan yang mulai muncul dalam diri kita.  Jika kamu memiliki teman, lakukan apa yang bisa kamu lakukan, sesering waktumu yang memungkinkan.  Tapi kamu mungkin bisa berada diposisi yang sama denganku.  Tidak memiliki orangtua, bahkan saudara di satu kota yang sama, hidup dikota yang berbeda dengan masa kecilmu, bertemu orang-orang yang sudah memiliki kelompok dan lingkaran masing-masing. Kamu merasa berbeda dengan mereka, merasa kecil hati dan merasa dikalahkan.  Hanya menempel pada komputer dan teman-teman online saja.  Jangan mencari dengan sengaja.  Temukan tanpa kamu tahu berkenalan dimana? bisa saja ketika sedang duduk di taman? Saat menunggu anak berkegiatan? Keluar dari zona nyaman kamu.  Minta nomor telepon, menyapa.  Walaupun bisa saja gagal, tapi jika tidak mencoba, tidak akan pernah tahu, mungkin mereka akan menjadi sahabat dan teman barumu yang merasakan kesepian yang sama seperti kamu.  Jangan pernah meyakinkan diri sendiri kalau kamu satu-satunya orang yang tidak memiliki teman.

Intinya, jangan biarkan kesepian mencuri waktumu saat ini. Yakinilah inilah waktumu yang sangat berharga, indah dan akan berlalu tidak lama lagi.

Apakah aku masih kesepian?

#ODOP
#bloggermuslimahindonesia


Komentar

  1. Masya Allah, suka tulisannya kak..
    Menyentuh sekali, membuka wawasan tentang keadaan seorang ibu.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehee.., mungkin ini cuman sebagian kecil aja kondisi seorang ibu, mbak ;) Masih banyak yang lebih sulit atau bahkan lebih menyenangkan ^^
      yang jelas, makasih ya udh mampir :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Umi, Banyak Tips dan Trik Menudahkan Hidupmu!

DIY: Kaleng/Ember Cat Bekas Menjadi Kursi